Selasa, 24 November 2015

Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan



ILMU SOSIAL DASAR




Judul :
“Penduduk, Masyarakat, dan Kebudayaan”



BAB I
PENDAHULUAN
1.1            Latar Belakang
Penduduk, masyarakat, dan kebudayaan adalah konsep yang berhubungan satu sama lain. Penduduk bertempat tinggal di dalam suatu wilayah tertentu dalam waktu yang tertentu pula, dan berkemungkinan akan terbentuknya suatu masyarakat di wilayah tersebut. Demikian pula hubungan antara masyarakat dengan kebudayaan, adalah hubungan yang merupakan kebudayaan adalah hasil dari masyarakat yang ingin mepertahankan kebudayaan didaerahnya tersebut. Penduduk, masyarakat dan kebudayaan mempunyai hubungan yang erat antara satu sama lainnya.
Dimana penduduk adalah sekumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sedangkan masyarakat merupakan sekumpulan penduduk yang saling berinteraksi dalam suatu wilayah tertentu dan terikat oleh peraturan – peraturan yang berlaku di dalam wilayah tersebut. Masyarakat tersebutlah yang menciptakan dan melestarikan kebudayaan; baik yang mereka dapat dari nenek moyang mereka ataupun kebudayaan baru yang tumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Oleh karena itu penduduk, masyarakat dan kebudayaan merupakan hal yang tidak dapat dipisahkan

1.2             Rumusan Masalah
·         1. Apakah pengertian penduduk ?
·         2. Apakah pengertian masyarakat ?
·         3. Apakah pengertian kebudayaan ?

1.3            Tujuan
·         1. Untuk mengetahui pengertian penduduk.
·         2. Untuk mengetahui pengertian masyarakat.
·         3. Untuk mengetahui pengertian kebudayaan.



BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Penduduk
          Penduduk adalah mereka, sekelompok orang yang tinggal atau menetap dalam sebuah wilayah atau daerah negara. Ada juga yang dikenal dengan bukan penduduk, yaitu mereka yang tinggal dalam sebuah negara tapi tidak ingin Penduduk tinggal di negara tersebut.
          Dalam pengertian sederhana, penduduk adalah kelompok orang yang menempati suatu wilayah tertentu. Ada beberapa hal yang berkaitan mengapa sekelompok orang tersebut tinggal disebuah negara, bisa jadi karena ada adalah mereka sekelompok orang yang tinggal dinegara atau wilayah tertentu. Di negara faktor kemanan, faktor pekerjaan dan masih banyak lainya. Kesimpulan dari pengertian penduduk kita, pasal yang khusus mengatur mengenai masalah kependudukan diatur dalam pasal 26 UUD 1945.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi penduduk

  • ·         JONNY PURBA, Penduduk adalah orang yang matranya sebagai diri pribadi, anggota keluarga, anggota masyarakat, warga negara, dan himpunan kuantitas yang bertempat tinggal di suatu tempat dalam batas wilayah negara pada waktu tertentu

  • ·         SRIJANTI & A. RAHMAN, Penduduk adalah orang yang mendiamisuatu tempat dalam wilayah tertentu dengan tanpa melihat status kewarganegaraan yang dianut oleh orang tersebut

  • ·         AHMAD YANI & MAMAT RAHMAT, Penduduk merupakan komponen yang sangat penting dalam suatu wilayah atau negara

           
2.2 Masyarakat
            Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata "masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Berikut pengertian masyarakat menurut para ahli :

  • ·         Menurut Maclver, Pengertian Masyarakat adalah suatu sistem dari kebiasaan dan tata cara dari wewenang dan kerja sama antara berbagai kelompok, berbagai golongan dan pengawasan tingkah laku serta kebebasan-kebebasan individu (manusia). Keseluruhan yang selalu berubah inilah yang dinamakan dengan masyarakat. Masyarakat merupakan jalinan hubungan sosal dan masyarakat selalu berubah.

  • ·         Selo Soemardjan mengemukakan pengertian masyarakat, Masyarakat ialah orang-orang yang hidup bersama dimana menghasilkan kebudayaan.


2.3 Kebudayaan
          Kebudayaan adalah hasil cipta, rasa  dan karsa manusia dalam memenuhi kebuyuhan hidupnya yang kompleks dengan mencakup pengetahuan, keyakinan, seni, susila, hukum adat dan setipa kecakapan, dan kebiasaan. Menurut Koentjaraningrat yang berpendapat bahwa kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu dari kata Budhayah yang merupakan bentuk jaka dari kata budhi, yang berarti akal. Jadi, kebudayaan dapat diartikan sebagai hal-hal yang bersangkutan dengan akal.
            Selain dari itu, ada juga yang mengupas kata budaya sebagai suatu turunan dari kata majemuk budi jaya yang berarti daya dari akal. Sementara itu, kata culture (bahasa Inggris) berasal dari kata Latin colere yang berarti mengolah, mengerjakan, khususnya mengolah tanah atau bertani. Pengertian ini terus berkembang dimana kata culture diartikan sebagai upa serta tindakan manusia untuk mengolah tanah dan mengubah alam.
Berikut pengertian masyarakat menurut para ahli :

  • ·         Koentjaraningrat: Menurut Koentjaraningrat, bahwa pengertian kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengn belajar.

  • ·         Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi: Kebudayaan berarti semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. 

  • ·         Ki Hajar Dewantara: Menurut Ki Hajar Dewantara, bahwa pengertian kebudayaan adalah buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertip dan damai. 


BAB III
SUB POKOK PEMBAHASAN
3.1 Pertumbuhan penduduk
            Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
            Dalam demografi dan ekologi, nilai pertumbuhan penduduk (NPP) adalah nilai kecil dimana jumlah individu dalam sebuah populasi meningkat. NPP hanya merujuk pada perubahan populasi pada periode waktu unit, sering diartikan sebagai persentase jumlah individu dalam populasi ketika dimulainya periode. Ini dapat dituliskan dalam rumus:  

 
 
Cara yang paling umum untuk menghitung pertumbuhan penduduk adalah rasio, bukan nilai. Perubahan populasi pada periode waktu unit dihitung sebagai persentase populasi ketika dimulainya periode. Yang merupakan:





3.2 Kebudayaan dan Kepribadian
          Kepribadian merupakan faktor kunci dalam mendefinisikan keunikan dalam individu dan membentuk individu tersebut melalui sebuah kehidupan. Budaya adalah cara hidup. Budaya tidak hanya melihat berdasarkan nilai – nilai sadar kita, tetapi juga melihat asumsi dan percaya pada perkembangannya. Budaya merupakan faktor penting dalam membentuk suatu kepribadian.

      Studi budaya dan kepribadian berusaha untuk memahami pertumbuhan perkembangan Identitas pribadi atau social yang berkaitan dengan lingkungan sosial. Dengan menggunakan beberapa elemen sosial umum dan mekanisme ada kemungkinan terbentuk fitur umum dan kepribadian bagi anggota masyarakat.
            Dalam setiap masyarakat atau beberapa jenis kepribadian bahwa anak biasanya menyalin, di masyarakat Eropa jenis utama dari kepribadian terkait dengan beberapa fitur : 
  • Keramahan
  • Kebaikan
  • Kerjasama
  • Daya Saing
  • Berorientasi pada praktek 
  • Efisiensi kerja
  • Ketepatan waktu
      Hubungan antara budaya sangatlah jelas, karena kepribadian terdiri dari sebagian besar Internalisasi unsure budaya. Budaya adalah aspek kepribadian kolektif

3.3 Kebudayaan Barat
            Kebudayaan Barat adalah sebuah kebudayaan yang dipromosikan lewat globalisasi. Sebuah kebudayaan yang ternyata bersifat kontradiktif antara unsur kebudayaan yang satu dengan yang lainnya. Itu adalah tesis dari tulisan ini, yang akan dapat lebih jelas dilihat dari uraian-uraian selanjutnya.
            Kebudayaan Barat dikatakan kontradiktif, karena beberapa hal yaitu:
Adanya usaha pengeliminiran antar unsur kebudayaan.
Kondisi ini dapat dilihat dari peperangan yang terjadi antara keyakinan dengan sains, keyakinan dengan filsafat, keyakinan dengan seni, keyakinan dengan ekonomi, politik dengan moralitas, moralitas dengan ekonomi, dan lain-lain.
            Dapat dilihat, bahwa merupakan suatu hal yang umum diketahui bahwa kondisi tersebut wajar terjadi. Dan bahkan kerap digeneralisir kepada seluruh kebudayaan yang ada di seluruh pelosok bumi. Sehingga muncul anggapan yang naif akibat pencitraan dan kegelapan mata, bahwa sangat sulit untuk menyatukan atau menghentikan peperangan tersebut.
Inilah penyebab yang mungkin membuat Barat membuat sebuah mekanisme pelumpuhan kemampuan mendominasi atau menyerang kepada unsur kebudayaan lain. Lewat pencitraan bahwa di balik segala sesuatu ada kekuasaan, relativitas kebenaran, teologi global, pluralisme agama, anarkis metodologis, Hak Asasi Manusia, dan masih banyak lainnya. Dan usaha tersebut sudah menampakkan pengaruhnya dalam kehidupan seluruh manusia yang terjangkau oleh globalisasi.


REFERENSI

Fenomena Kemiskinan di Indonesia



KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, Kami panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kemiskinan di Indonesia”.
Kami mengucapkan terima kasih kepada dosen Pengantar Ilmu Pembangunan yang telah memberikan arahan kepada kami tentang penyajian makalah ini, dan semua pihak yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini.
Terlepas dari semua itu, Kami menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu dengan tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar kami dapat memperbaiki makalah ilmiah ini.
Akhir kata kami berharap semoga makalah tentang “Kemiskinan di Indonesia” ini dapat memberikan manfaat maupun inpirasi terhadap pembaca.

Jakarta, November 2015


Penyusun.







Latar Belakang
Sebuah Negara pada hakekatnya mengharapkan kesejahteraan bagi rakyatnya, berbagai cara dari pihak pemerintah maupun masyarakat dilakukan untuk mencapai suatu kemakmuran. Terpenuhinya hak-hak masyarakat dalam mendapatkan pendidikan, kesehatan, kesempatan kerja, persamaan kedudukan dimata hukum merupakan bukti proses untuk mecapai kemakmuran.
Namun, pada kenyataannya masyarakat memiliki segudang kebutuhan yang harus dipenuhi sedangkan sumber daya yang ada sangat terbatas maka dari itu timbulah berbagai permasalahan sosial di masyarakat salah satunya yang paling mendominasi yaitu kemiskinan.
Kemiskinan merupakan ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup. Masalah ini merupakan masalah yang paling mendominasi di Indonesia.  Kemiskinan perlu dilihat sebagai masalah yang sangat serius karena saat ini kemiskinan membuat banyak masyarakat Indonesia mengalami kesusahan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya















Rumusan masalah
·         Bagaimana kondisi kemiskinan di Indonesia?
·         Bagaimana menaggulangi kemiskinan?

Pembahasan
·        Pengertian kemiskinan
Kemiskinan keadaaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memeuhi kebutuhan dasar.Kemiskinan dapat disebabkan oleh kelangkaan alat pemenuh kebutuhan dasar, ataupun sulitnya akses terhadap pendidikan dan pekerjaan. Kemiskinan merupakan masalah global.

·        Kondisi Kemisknan di Indonesia
1.      Fenomena Kemiskinan
suatu kondisi yang ditolak namun susah untuk dihindari. Salah satu negara yang memiliki masalah kemiskinan ialah Indonesia. Fakta sejarah menunjukkan bahwa pembanguinan bangsa Indonesia selalu terkait dengan upaya mengatasi kemiskinan, baik pada masa orde lama maupun orde baru.
Kemiskinan secara eksplisit adalah sebagai feenomena, yakni hanya akan dilihat bagaimana upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan, dan sampai sejauhmana upayana tersebut mampu meraih apa yang diinginkan. Cara pandang seperti ini sebenarnya sangat sempit karena  hanya terfokus pada bagaimana kemampuan masyarakat dalam memnuhi kebutuhannya, bukan mencari jalan keluar untuk meringankan beban kemiskinan. Kemiskinan akan terentaskan jika program diarahkan untuk memberikan stimulasi bagi pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian masyarakat akan melakukan proses menuju kemadirian yang sejati.
2.      Proses Pemiskinan
Kemiskinan dibentuk melalui kondisi suatu negara dari waktu ke waktu. Secara tersirat kemiskinan dapat dianalisis menggunakan dimensi waktu dan sistem.Dilitik dari pengalamansejarah bangsa Indonesia, kemiskina yang dialami adalah merupakan masalah yang sangat terkait dengan eksploitasi yang dilakukan selama penjajahan Belanda,Inggris dan Jepang. Dengan aktivitas penjajah yang cenderung eksploitatif tersebut telah menguras kekayaan alam dan sumbe daya lainnya.
3.      Angka Kemiskinan
Berdasarkan Laporan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1997 ada lebih dari 1,3 Miliar orang miskin di bumi dan terus bertambah besar sekitar 25 juta setiap tahun. Berdasarkan data dari Biro Pusat Statistik,penduduk miskin di pedesaan cenderung lebih besar apabila dibandingkan dengan daerah perkotaan. Ini berarti bahwa penduduk yang bertumpu pada sector agraris adalah miskin dibandingkan dengan yang berada di sector lainnya seperti industri,perdagangan maupun pemerintahan.
Walaupun angka kemiskinan masih relatif besar, akan tetapi merupakan sebuah prestasi yang cukup mengingat kemiskinan di Indonesia pernah turun menjadi 22,50 juta pada tahun 1996 akibat pelaksanaan pembangunan.